Dia, aku kenal sebelum aku tahu erti cinta dua insan.
Apa yang aku peroleh darinya adalah sebuah kehidupan yang selama ini aku impikan. Sebuah ikatan yang menceritakan tentang dua hati mahupun beberapa hati...
Dia... bukan sesiapa...
Dia... bukan orang lain...
Dia... adalah dia...
Aku cuma menumpang...
Meminta ehsan teduh cinta dari dia.
Mengharap belas kasih tentang dunia.
Perjalanan dia panjang,
namun kesudian dia singgah dalam hidup aku...
Umpama setitik hujan di gurun yang gersang....
Ini hanya permulaan...
Seperti telah ku khabarkan...
Jalan cerita dia masih panjang...
Masih banyak yang ketinggalan
Malah bakal muncul
Untuk dikongsi pahit manis
asam garam
yang dinamakan kehidupan...
Frank McCourt : Teacher Man
Instead of teaching, I told stories. Anything to keep them quiet and in their seats. They thought I was teaching. I thought I was teaching. I was learning. And you called yourself a teacher? I didn't call myself anything. I was more than a teacher. And less. In the high school classroom you are a drill sergeant, a rabbi, a shoulder to cry on, a disciplinarian, a singer, a low-lever scholar, a clerk, a referee, a clown, a counselor, a dress-code enforcer, a conductor, an apologist, a philosopher, a collaborator, a tap dancer, a politician, a therapist, a fool, a traffic cop, a priest, a mother-father-brother-sister-uncle-aunt, a bookkeeper, a critic, a psychologist, the last straw. - Frank McCourt: Teacher Man
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


2 comments:
I rase i tau sape DIA?
err.... syyhhh... act as if you dont know...heheheh
Post a Comment